Whatsapp : 087819511800 Email : infogoldengatecoffee@gmail.com :
Goldengate Coffee
SHARE :

Three Waves of Coffee

16
04/2022
Kategori : Berita
Komentar : 2 komentar
Author : admin


Three Waves of Coffee

Perjalanan kopi dari masa ke masa memunculkan konsep three waves of coffee. Sebuah konsep yang dikemukakan pertama kali oleh Thris Rothgeb, co-founder dan roastmaster dari Wrecking Ball Coffee Master (San Fransisco, California, Amerika Serikat.

  • First Wave

Era ini ditandai dengan hadirnya berbagai produk kopi kemasan, seperti kemasan vakum untuk biji kopi roasting, hingga kopi instan dalam kemasan kaleng atau sachet. Nestle dengan merek Nescafe, Folgers dengan kopi kemasan kalengnya, dan Maxwell House Coffee adalah berbagai merek besar yang menandai era ini. Semantara itu, di dalam negeri ditandai dengan hadirnya kopi Kapal Api. Aspek penting yang dikembangkan pada first wave adalah produksi massal dan kepraktisan penyajiannya. Meskipun di sisi lain banyak yang mengkritik mengenai kualitas kopi instan tersebut. First wave muncul pada era 1890-an hingga 1960-an.

  • Second Wave

Muncul pada akhir tahun 1960-an ditandai dengan hadirnya kedai-kedai kopi, termasuk Starbucks yang mendunia. Mesin dan sajian kopi espresso pertama kali popular pada era ini. Latar belakang second wave adalah buruknya kualitas kopi yang diproduksi secara massal dalam bentuk kopi instan, sehingga memunculkan kesadaran para penikmat kopi dan pelaku industri kopi. Beberapa orang mulai mencoba menyeduh kopi sendiri di rumah atau berkunjung ke kedai kopi. Selain itu, keingitahuan masyarakat terhadap asal-usul dan kualitas kopi yang dikonsumsi mulai muncul.

  • Third Wave

Penanda besar third wave yang dimulai pada tahun 1990-an hingga saat ini adalah semakin banyaknya orang yang membuat sendiri seduhan kopinya di rumah menggunakan berbagai peralatan manual brewing. Kedai kopi yang bermunculan juga semakin banyak menggunakan teknik manual brewing daripada sekedar mengoperasionalkan mesin espresso.

Kekritisan para penikmat kopi semakin tinggi terhadap asal-usul dan kualitas kopi yang dikonsumsi. Mereka ingin tahu asal kopi, kualitas, siapa yang mengolah, hingga siapa yang menyangrai biji kopi. Berbagai istilah terkait kopi juga dipelajari. Terlibatnya pengalaman emosional dan personal sangat kental terasa pada era third wave.

  • Fourth Wave*

Melansir Indonesia Coffee Annual Report 2019, pertumbuhan konsumsi kopi domestik Indonesia 2018-2019 meningkat 13,9% atau dari 258.000 ton menjadi 294.000 ton. Sementara itu, pertumbuhan kedai kopi yang telah memiliki merek maupun berbentuk franchise dari tahun 2016 hingga tahun 2019 tumbuh di atas 170% atau dari 1.083 kedai menjadi 2.937 kedai.

Fourth Wave yang dimulai sejak tahun 2016 ditandai dengan pangsa pasar konsumen yang terus naik. Pertumbuhan ini ditopang dengan berkembangnya industri pendukung, seperti transaksi online dan perubahan karakter konsumen. Era ini ditandai dengan produk RTD (ready to drink) dan semakin tumbuhnya coffee shop to-go shop atau take away. Berikut beberapa inovasi pada era ini:

  • Varian kopi susu paling diminati oleh generasi Y dan Z
  • Cara pembelian yang mudah, seperti order lewat aplikasi, pembayaran dengan e-money, delivery melalui aplikasi transportasi online
  • Strategi pemasaran melalui ritel yang progresif dan pemanfaatan influencer

Berita Lainnya

12
02/2023
Kursus Barista Malang
Author : admin
27
03/2023
Kelas Bisnis Malang
Author : admin
16
04/2022
Three Waves of Coffee
Author : admin


2 komentar

נערות ליווי

Tuesday, 14 Nov 2023

I was pretty pleased to uncover this website. I wanted to thank you for ones time for this wonderful read!! I definitely savored every part of it and I have you saved as a favorite to see new information on your site.

Reply
    admin

    admin

    Thursday, 18 Jan 2024

    Thank you 🙂

    Reply

Tinggalkan Komentar